Indahnya Berbagi

berbagi-kebahagiaan

Pagi ini (29 Desember 2014), tiba-tiba ada sms masuk yang menanyakan apakah ini nomor HP pak Purba dari alumni PPSDMS berbagi. Aku terkejut membaca sms tersebut. Lalu aku balas hingga terjadilah komunikasi antara saya dengan pengirim sms yang ternyata seorang ibu rumah tangga yang tinggal di daerah Bojong gede Bogor.

Beliau menghubungi saya karena berharap bisa mendapat bantuan dari Alumni PPSDMS berbagi. 3 bulan lalu beliau melahirkan seorang bayi. Karena sesuatu hal, dalam proses tersebut terjadi pendarahan yang mengakibatkan adanya tambahan biaya. Biaya yang diperlukan Rp. 1,300,000. Namun, karena pekerjaan beliau hanya sebagai buruh cuci, tentunya sangat berat untuk membayarnya. Di sisi lain, sang suami telah meninggal dunia pada Juli 2014 sehingga beliau harus menghidupi ketiga anaknya sendirian.

Beliau menceritakan bahwa untuk melunasi biaya tersebut, beliau sudah kesana kemari meminta bantuan, baik ke saudara, kerabat, hingga orang lain. Responnya pun beragam, ada yang memberi semangat, namun tidak sedikit juga yang memberikan respon negative. Akhirnya setelah berusaha ke sana ke mari, beliau mendapatkan bantuan dari Dompet Dhuafa Rp. 450,000; yayasan anak di surge Rp. 300,000, dan dari salah seorang mahasiswa di UI Rp. 150,000. Sisanya, terpaksa meminjam ke bank keliling (tentunya dengan bunga yang mencekik) dan jatuh tempo tanggal 29 Desember 2014.

Pada saat mendapat donasi dari mahasiswa di UI tersebut, sang mahasiswa menyarankan untuk mengontak saya karena pernah membaca postingan saya tentang Alumni PPSDMS berbagi di website saya. Mahasiswa tersebut mengira saya tinggal di Bogor karena nama komplek saya adalah Bumi Citeuteup Permai, padahal lokasinya di Cimahi.

Sang Ibu menyampaikan bahwa belia sangat ingin sekali bertemu dengan saya untuk menjelaskan maksud dan tujuannya. Namun, karena lokasi saya jauh dan setelah saya desak, akhirnya beliau menjelaskan maksudnya bahwa beliau ingin bertemu untuk meminta bantuan dan menjelaskan kondisinya. Bahkan, beliau ingin ke cimahi kalau biayanya murah agar bisa bertemu langsung dan menyampaikan semuanya.

Setelah saya pertimbangkan, akhirnya saya putuskan untuk meminta bantuan my brother Ahadiyat di kantor PPSDMS. Saya sampaikan ke Ibu tersebut untuk menemui Bang Ahad, menjelaskan kondisinya sehingga kita yakin bahwa kita tidak memberikan bantuan kepada orang yang salah. Alhamdulillah setelah bertemu, Bang Ahad yakin bahwa beliau memang sangat membutuhkan bantuan. Alhamdulillah, kami diberi kesempatan menjadi perantara untuk meringankan beban hamba Allah yang lain.

Point utamanya adalah Allah mengatur scenario yang tidak kita sangka-sangka. Banyak orang diluar sana yang mengalami kesulitan dan seringkali kita tidak tahu atau bahkan tidak peduli. Saya bersyukur, postingan iseng saya tentang Alumni PPSDMS berbagi, bisa menjadi perantara untuk bisa membantu orang lain. Alhamdulillah.

 

Semoga Allah memberikan keselamatan, kesehatan kepada sang Ibu beserta keluarganya, semoga tetap tegar melalui kerasnya perjuangan hidup. Dan semoga Allah senantiasa membukakan jalan untuk bisa membantu orang lain yang dalam kesulitan.

 

Thanks a lot untuk My Brother Ahadiyat

 

Cimahi, 29 Desember 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>