Tag Archives: Activities

Alhamdulillah Kepilih Lagi

Tanggal 18 November 2011, IRDA merayakan ulang tahun yang ke 10 sejak dibentuk tahun 2001 silam. Dan hari itu bertepatan dengan hari kelahiran istriku tercinta. 
Dalam rangka menyambut ulang tahun yang ke 10 tersebut, selain presentasi-presentasi proyek penelitian dari para alumni, IRDA juga menyelenggarakan poster presentation dari mahasiswa IRDA. Aku mengikuti presentasi poster dengan niat hanya untuk memeriahkan perayaan ulang tahun IRDA tersebut. Dalam presentasi poster ini, aku membawakan poster dengan judul “Development of Polylactide-based Materials through Stereocomplexation Poly L-lactide and Poly D-lactide-co-caprolactone” atau pengembangan material polilaktida dengan proses stereocomplex poli L-lactida dan poli D-lactida-co-caprolactone. 
Poster ini menjelaskan bagaimana efek penambahan sedikit caprolactone secara acak pada poly D-lactide terhadap karakteristik stereocomplex yang dihasilkan. Penambahan sedikit caprolactone ternyata dapat mempertahankan kemampuan pembentukan kembali struktur kristal stereocomplex walaupun sudah dilelehkan. Hal ini berbeda dengan stereocomplex murni tanpa penambahan caprolactone yang menunjukan terjadinya pemisahan antara Kristal stereocomplex dan Kristal poly L-lactida dan poli D-laktida.
excellent-poster
Alhamdulillah, ternyata poster ini terpilih menjadi salah satu dari 4 excellent paper yang dinilai oleh dewan juri. Dan yang luar biasa lagi, dari keempat pemenang excellent paper tersebut adalah mahasiswa Indonesia diantaranya:
1. Chairul Hudaya
2. Purba Purnama
3. Trong Nhat Phan
4. Mauludi Ariesto Pamungkas
Semoga di masa yang akan datang, mahasiswa Indonesia bisa makin menunjukan dominasinya dalam berprestasi di bidang riset. 

Meeting with KYGRF

Meeting with KYGRF
China Factory Restaurant on Saturday, August 27th 2011
In this place, We (Purba Purnama and Chairul Hudaya) met with Mr. Kim Sukwon and Mr. Park Hyun Sup from KYGRF. We discussed about planning to share information about recent technology development and also how to get scholarship in USA and South Korea. We already knew that there are so many scholarships to study in USA and South Korea. But, student from Asia and Africa has limited information about it.
The KYGRF forum is a non-profit forum consists of 20 Korean young gifted scientist/engineer/business managers. The member of our forum is an world-class expert in Wireless communication/ Biotechnology/IT Business from world-top universities, global research instituitions and companies.
They are interesting to visit Indonesia and give some talks about technology and scholarships. So, we discussed about the detail schedule of their trip to Indonesia. They will visit, share and discuss with students in University of Indonesia and Institute Teknologi Bandung (ITB).
Hope this activity will useful for Indonesian students who are interesting to study abroad, especially in USA and South Korea. So, if you are interesting to study abroad, we will help you by providing enough information about scholarship and guide you to get it.

Dari Kami Untuk Negeri

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 66,
Mahasiswa Indonesia di University of Science and Technology (UST),
Korea Selatan dengan bangga mempersembahkan buku Rangkuman Panduan UST Lengkap yang disingkat RPUL. Buku ini dihadirkan sebagai kado terindah
kami sebagai mahasiswa untuk memberikan sumbangsih nyata pada negeri
dalam memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia
yang tertarik melanjutkan pendidikan paska sarjana di salah satu dari
28 kampus (riset institute) milik pemerintah Korea. Selain itu juga
sebagai ungkapan rasa syukur kami yang telah diberikan kesempatan oleh
Tuhan untuk mengenyam pendidikan tinggi di salah satu universitas
terbaik di Korea Selatan.
Apa itu UST, mengapa memilih UST, apa persyaratan utama masuk UST,
bagaimana kurikulumnya adalah pertanyaan-pertanyaan yang telah dijawab
dalam buku ini. Tidak lupa panduan menghubungi calon pembimbing juga
disertakan dalam salah satu bagian buku agar mempermudah calon
mahasiswa ketika berkorespondensi dengan calon pembimbingnya. Dalam
buku ini, dipaparkan juga mengenai kehidupan di Korea berdasarkan
pengalaman para mahasiswa untuk mengilustrasikan kepada calon
mahasiswa agar dapat survive selama belajar di negeri ginseng. Dan
pada bagian akhir buku ini ditampilkan profil para mahasiswa UST yang
disertai dengan alamat kontaknya masing masing.
Hingga saat buku ini diterbitkan, mahasiswa Indonesia di UST berjumlah
28 orang dengan perincian 23 orang di kampus Korea Institute of
Science and Technology (KIST), 1 orang di Korea Research Institute of
Chemical Technology (KRICT), 3 orang di Korea Research Institute of
Standards and Science (KRISS) dan 1 orang di Korea Ocean Research and
Development Institute (KORDI). Pada musim gugur 2011, 14 orang
mahasiswa baru asal Indonesia diterima menjadi mahasiswa UST. Dengan
demikian total mahasiswa Indonesia di UST berjumlah 42 orang.
Kami berharap dengan adanya buku ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang
berminat untuk melanjutkan kuliah di UST semakin meningkat, yang pada
akhirnya dapat membawa pada peningkatan sumber daya manusia Indonesia
yang berkualitas di masa yang akan datang. Jika ada masyarakat
Indonesia yang tertarik untuk kuliah paska sarjana atau menjadi
peneliti di salah satu kampus UST dan ingin mengetahui lebih banyak
mengenai kampus-kampus UST, dengan senang hati kami akan berikan
informasi selengkap mungkin semampu kami. Alamat kontak masing-masing
mahasiswa tercantum dengan jelas pada bab Profil Mahasiswa dan
Peneliti UST.
Buku RPUL dapat diunduh secara gratis mulai tanggal 17 Agustus 2011
(setelah launching) melalui alamat blog UST Indonesia sebagai berikut
:
Dirgahayu RI ke 66. Jayalah Indonesiaku. MERDEKAA!!

Kado Ultah TerIndah

Malam itu, aku paksakan untuk tidur lebih awal. Namun, mataku tetap tak mau terpejam. Ya, musim panas adalah musim yang sangat berat untuk beribadah. Malam yang sangat pendek seringkali membuatku terasa berat dan malas untuk bangun malam. Sembari memaksakan tidur, aku hanya bias memohon untuk bias bangun sebelum subuh untuk bias bersujud padaNYA.  Akhirnya mataku pun bias terpejam mendekati pukul 11.30 malam.
Aku pun terbangun. Hari itu waktu subuh jatuh pada pukul 03.17. Karena beitu berharap untuk bias bersujud padaNYA, aku hanya memperhatikan jarum panjang dari jam dindingku. Aku terkejut karena jarum panjang hamper menunjukan menit 15. Alhamdulillah aku masih sempat bersujud 2 rakaat. Ku bangunkan istriku untuk shalat subuh. Istriku bangun dan mengatakan “Subuh gimana, kan baru setengah 3 pagi”. Aku pun terkejut dan memperhatikan jam dinding sembari bersyukur. Alhamdulillah baru setengah 3 pagi. Artinya aku masih punya cukup waktu untuk bersujud dan bermunajat padaNYA.
Itulah kado yang sangat aku harapkan tepat dihari ulang tahunku, 10 Juni. Bukan ucapan selamat, bukan kue tart, bukan bingkisan hadiah. Kado yang aku harapkan adalah bersujud, bermunajat pada DZAT yang telah memberikanku kehidupan. 
Alhamdulillah, segala puji bagiMU ya Allah, kau kabulkan untuk bias bersujud, bersimpuh dan bermunajat padamu di hari ulang tahunku. Karena bagiku, ulang tahun memiliki makna ganda. Satu sisi bertambahnya usia yang diharapkan untuk bias lebih dewasa dalam menjalani kehidupan. Sisi lainnya merupakan pengurangan masa hidup kita didunia. Dua sisi itulah yang menyebabkanku sangat berharap untuk bisa bermunajat kepadaNYA. Hal itu bisa mengingatkan dan membuatku merenungi hal-hal yang telah aku lalui. Betapa hina dan berlumur dosa diriku. Memberiku cambuk untuk berbuat lebih baik dan bermanfaat untuk orang lain di sisa waktu hidupku didunia.
Terima kasih ya Allah, kau telah karuniai aku dengan keluarga kecil. Bimbinglah kami untuk selalu menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunanMU menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah. Terima kasih hari ini kau berikan kesempatan padaku untuk bisa membantu memberi solusi atas permasalahan-permasalahan teman-temanku. 
Jadikanlah kami sebagai hamba yang pandai mensyukuri nikmatMU. Jadikanlah sisa usiaku didunia sebagai usia yang penuh berkah dan manfaat bagi sesama manusia. Amiin

Soccer, Gak Peduli Musim

Soccer…sepak bola…memang sangat menyenangkan bagi yang hobi olah raga ini. Semasa SMA dan kuliah, sering banget maen sepakbola bersama teman2 dulu. Tapi setelah 2004 tahun yang membuat lutut kananku sakit (cedera maksudnye), terpaksa deh “off dulu”.

Soccer…sepak bola…memang sangat menyenangkan bagi yang hobi olah raga ini. Semasa SMA dan kuliah, sering banget maen sepakbola bersama teman2 dulu. Tapi setelah 2004 tahun yang membuat lutut kananku sakit (cedera maksudnye), terpaksa deh “off dulu”.

Hampir 5 tahun jarang banget maen bola..paling sering pas 17 agustusan doank di pabrik tempat kerjaku.

Setelah menginjakan kaki di Korea, rasanya nuansa indahnya maen bola kembali terasa. Ada beberapa tmn (senior/junior) yang udah duluan kuliah disini. Dan masih sok belaga senior, mereka ngajakin para pendatang baru untuk berlaga di lapangan hijau. sekedar maen bola gawang kecil…Sial bener….namanya aja pendatang baru, baru ketemu, baru kenal, kagak ngarti gaya maen masing2. udah bisa dibayangin kalau mainnya amburadul… dan skor yang mencengangkan 10-3 untuk senior….Tak kan kulupakan sambutan yang menyakitkan di lapangan hijau tersebut.

Hampir setiap sabtu sore semua mahasiswa IRDA berlatih di lapangan KIST yang oke punya. Pada periode Fall 2009, tim IRDA student ikut serta dalam KIST tournament…dan hasilnya sangat mengejutkan. Tim kami keluar sebagai juara di kompetisi ini.

Mungkin sudah umum kalau main bola saat panas atau hujan. Tapi agak aneh kalau maen bola pas lagi dingin2nya. Di awal musim dingin, tim mahasiswa indonesia seoul (Perpika 1) bertandang ke Perpika 2 di Conan. Hasilnya mengecewakan..tim Perpika 2 sangat minim…alhasil…seperti memindahkan tempat latihan aja..yang maen semuanya dari perpika 1. Tapi enjoy aja…dingin2 tak dihiraukan yang penting sepak bola jalan terus….

Pertengahan Desember 2009…udara sudahs ering dibawah 0C…tapi tetep aja namanya gila sepak bola..tetep aja main bola walaupun suhu -8C.yang parah, maen bolanya pun 2 jam full…

Yahhh..itulah sepak bola…permainannya gak memandang suhu panas, dngin, hujan ataupun ‘salju’.

Once Upon a Time in Seoul

Brrrr…..dinginnya minta ampun..itulah kesan pertama yang kurasakan.kebetulan masih musim dingin..jadi kebagian deh dinginnya. Saat itu dijemput Suhaeri dan Rika. Dalam perjalanan menuju dormitory KIST, sepanjang jalan kucoba lihat kiri kanan…ohh ternyata gini ya luar negeri? gak jauh beda ama di Indonesia. Bedanya disini bisa ngliat salju sama “public transportation” yang relatif lebih teratur.

15 February 2009 pukul 07.00 tepat pesawat yang kunaiki mendarat di Incheon International Airport Korea.

Brrrr…..dinginnya minta ampun..itulah kesan pertama yang kurasakan.kebetulan masih musim dingin..jadi kebagian deh dinginnya. Saat itu dijemput Suhaeri dan Rika. Dalam perjalanan menuju dormitory KIST, sepanjang jalan kucoba lihat kiri kanan…ohh ternyata gini ya luar negeri? gak jauh beda ama di Indonesia. Bedanya disini bisa ngliat salju sama “public transportation” yang relatif lebih teratur.

Turun dari airport limousine masih harus nyeret2 koper2 yg berat ke dormitory yg masih lumayan juga kalau jalan. Begitu sampai di kamar, brukk…tepar dah..Malemnya diajak makan malam di restoran di korea. Gatau deh tuh Rika ma Ujang ngomong apa pake bahasa korea..taunya tiba2 muncul makanan seafood aja…lumayan pas dingin2 makanannya seafood yg panas…

Malamnya diajak muter-muter ke daerah Itaewon.begitu pulang ke dormitory udah langsung tepar aja…

Besoknya?masya Allah bangun jam 7 pagi..untungnya waktu subuhnya masih sampe jam 07.30. Itulah hari pertamaku di Korea.