“Beasiswa Prestatif dan Kontributif” untuk “Purba Chinggu”

Beasiswa untuk mahasiswa UT Korea, dipersembahkan oleh Ikatan Alumni PPSDMS Korea Selatan.[Program Beasiswa] 1. Beasiswa senilai 250.000 won per-semester selama 1 tahun. 2. Mentoring oleh alumni PPSDMS Korea More »

Manwon untuk Arisman

Arisman (18 Tahun) adalah siswa kelas IV (tahun terakhir) SMK 7 Semarang (STM Pembangunan) yang mengalami kecelakaan (tersetrum listrik) parah pada bulan Juli kemarin. More »

Dari Kami Untuk Negeri

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 66, Mahasiswa Indonesia di University of Science and Technology (UST), Korea Selatan dengan bangga mempersembahkan buku Rangkuman Panduan UST Lengkap yang disingkat RPUL. More »

Makanan Halal di Korea

Makanan merupakan salah satu dari kebutuhan pokok manusia (sandang, pangan, dan papan). Makanan merupakan sumber energy manusia dalam beraktivitas. Makanan adalah sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk perkembangan tubuh dan otak manusia. More »

Tempat Tinggal di Korea

Di mana pun kita berada, kita membutuhkan tempat untuk berteduh. Termasuk saat menempuh pendidikan di Korea selatan. Secara umum, sebagian besar riset institute UST menyediakan asrama (dormitory) untuk foreigner (single) tetapi tidak untuk mahasiswa yang membawa keluarganya. More »

 

“Beasiswa Prestatif dan Kontributif” untuk “Purba Chinggu”

beasiswa
Beasiswa untuk mahasiswa UT Korea, dipersembahkan oleh Ikatan Alumni PPSDMS Korea Selatan.[Program Beasiswa]
1. Beasiswa senilai 250.000 won per-semester selama 1 tahun.
2. Mentoring oleh alumni PPSDMS Korea, meliputi:
# Bisnis/Wirausaha
# Keorganisasian (manajemen + leadership)
# Prestasi
# Keagamaan
# Jaringan/Networking
# Kebangsaaan

[Alur Pendaftaran]
1. Mengumpulkan dokumen via email (31 Jan 2014) ke iappsdmskorea@gmail.com
2. Seleksi dokumen
3. Seleksi Wawancara (4-8 Feb)
4. Pengumuman penerima beasiswa (10 Feb)

[Syarat]
1. Transkrip: IPK min 3.3 (skala 4.0)
2. Surat keterangan aktif dari organisasi
3. Rekomendasi dari Tutor
4. Essay “Prestasi dan Kontribusiku untuk Indonesia” (1-2 halaman)

[Kontak]
# Mas Purba Purnama (010-3936-2384)
# Mas Ahmad Nasikun (010-8446-1357)

[Tentang IA PPSDMS Korea]
PPSDMS (Program Pembinaan SDM Strategis) merupakan beasiswa kepemimpinan dan berasrama bagi mahasiswa di Indonesia (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bogor). Alumninya tersebar ke sektor publik, privat, dan sektor ketiga. Alumni PPSDMS yang sekarang berada di Korea adalah Purba Purnama (KIST), Andy Tirta (mantan Presiden PERPIKA), Permata Rizki (mantan Presiden PERPIKA), Nurhadi Sukma (UST), Ahmad Nasikun (Sekjend KMI), dan Havid Aqoma (IMUSKA). Beasiswa ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata Alumni PPSDMS di Korea.

 

Manwon untuk Arisman

manon arisman

Arisman (18 Tahun) adalah siswa kelas IV (tahun terakhir) SMK 7 Semarang (STM Pembangunan) yang mengalami kecelakaan (tersetrum listrik) parah pada bulan Juli kemarin. Setelah berobat ke rumah sakit, pengobatan alternatif, dan rumah sakit lagi, kondisi tangan dan kakinya makin parah, sehingga harus dimputasi tangan kanan dan kaki kanannya. Kamis 19 Desember 2013 dia sampai di Korea untuk pengobatan lanjut (pemasangan tangan dan kaki palsu). Mohon kesediaan Anda sekalian untuk mengulurkan bantuan membantu Arisman dan keluarga. Dia di Korea bersama Bapaknya dan dirawat di (영등포) 한강성심병원 kamar 804. Silahkan bagi yang berkesempatan untuk menjenguknya.

KMI bekerjasama dengan ICC, IMUSKA dan PERPIKA mengadakan penggalangan dana untuk membantu Arisman. Silahkan bagi yang hendak menyalurkan bantuannya, bisa mengirimkan ke rekening:

Purnama Purba

WooriBank 1002-645-666912

CP: 010-3936-2384 (Mas Purba)
010-2289-2875 (Mas Matta)
010-2489-8895 (Mas Ardie)

Bantuan donasi dan kehadiran kita semua adalah dukungan yang sangat berarti bagi Arisman.

Tetap semangat saudaraku

Dari Kami Untuk Negeri

uststudent

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 66,
Mahasiswa Indonesia di University of Science and Technology (UST),
Korea Selatan dengan bangga mempersembahkan buku Rangkuman Panduan UST Lengkap yang disingkat RPUL. Buku ini dihadirkan sebagai kado terindah
kami sebagai mahasiswa untuk memberikan sumbangsih nyata pada negeri
dalam memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia
yang tertarik melanjutkan pendidikan paska sarjana di salah satu dari
28 kampus (riset institute) milik pemerintah Korea. Selain itu juga
sebagai ungkapan rasa syukur kami yang telah diberikan kesempatan oleh
Tuhan untuk mengenyam pendidikan tinggi di salah satu universitas
terbaik di Korea Selatan.

Apa itu UST, mengapa memilih UST, apa persyaratan utama masuk UST,
bagaimana kurikulumnya adalah pertanyaan-pertanyaan yang telah dijawab
dalam buku ini. Tidak lupa panduan menghubungi calon pembimbing juga
disertakan dalam salah satu bagian buku agar mempermudah calon
mahasiswa ketika berkorespondensi dengan calon pembimbingnya. Dalam
buku ini, dipaparkan juga mengenai kehidupan di Korea berdasarkan
pengalaman para mahasiswa untuk mengilustrasikan kepada calon
mahasiswa agar dapat survive selama belajar di negeri ginseng. Dan
pada bagian akhir buku ini ditampilkan profil para mahasiswa UST yang
disertai dengan alamat kontaknya masing masing.

Hingga saat buku ini diterbitkan, mahasiswa Indonesia di UST berjumlah
28 orang dengan perincian 23 orang di kampus Korea Institute of
Science and Technology (KIST), 1 orang di Korea Research Institute of
Chemical Technology (KRICT), 3 orang di Korea Research Institute of
Standards and Science (KRISS) dan 1 orang di Korea Ocean Research and
Development Institute (KORDI). Pada musim gugur 2011, 14 orang
mahasiswa baru asal Indonesia diterima menjadi mahasiswa UST. Dengan
demikian total mahasiswa Indonesia di UST berjumlah 42 orang.

Kami berharap dengan adanya buku ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang
berminat untuk melanjutkan kuliah di UST semakin meningkat, yang pada
akhirnya dapat membawa pada peningkatan sumber daya manusia Indonesia
yang berkualitas di masa yang akan datang. Jika ada masyarakat
Indonesia yang tertarik untuk kuliah paska sarjana atau menjadi
peneliti di salah satu kampus UST dan ingin mengetahui lebih banyak
mengenai kampus-kampus UST, dengan senang hati kami akan berikan
informasi selengkap mungkin semampu kami. Alamat kontak masing-masing
mahasiswa tercantum dengan jelas pada bab Profil Mahasiswa dan
Peneliti UST.

Buku RPUL dapat diunduh secara gratis mulai tanggal 17 Agustus 2011
(setelah launching) melalui alamat blog UST Indonesia sebagai berikut
:

http://ustindonesia.wordpress.​com/

Dirgahayu RI ke 66. Jayalah Indonesiaku. MERDEKAA!!

Makanan Halal di Korea

Makanan merupakan salah satu dari kebutuhan pokok manusia (sandang, pangan, dan papan). Makanan merupakan sumber energy manusia dalam beraktivitas. Makanan adalah sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk perkembangan tubuh dan otak manusia.
halal
Dalam islam, kehalalan makanan sangatlah penting. Islam sangat konsen terhadap sumber-sumber nutrisi yang akan masuk ke dalam tubuh manusia. Bagi seorang muslim/muslimah, mengkonsumsi makanan yang halal dan baik merupakan manivestasi dari ketaatan dan ketaqwaan kepada Sang Khaliq (Allah SWT) sesuai dengan firmanNYA:
“dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya” (QS Al Maidah : 88)
“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS Al Baqarah : 168)
Secara umum, beberapa makanan yang diharamkan antara lain:
1.Bangkai
2.Darah
3.Babi
4.Binatang yang disembelih selain menyebut nama Allah
5.Khamer atau minuman yang memabukkan
A.Daging
Di Indonesia yang mayoritas beragama islam, sangat mudah menemukan makanan halal di berbagai rumah makan ataupun pusat perbelanjaan. Label halal dapat ditemukan dengan mudah. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan yang ada di Korea Selatan yang notabene mayoritas adalah atheis ataupun tidak bertuhan. Untuk bangkai, darah, daging babi, dan khamer mungkin sangat jelas karena kondisinya sama dengan di Indonesia. Sedangkan untuk binatang yang disembelih selain menyebut nama Allah, hal ini sangat berbeda antara kondisi di Indonesia dengan Korea selatan. Di Indonesia sebagai Negara beragama (mayoritas muslim), proses penyembelihan hampir bisa dipastikan dilakukan oleh orang muslim (yang tentunya diwajibkan dengan menyebut nama Allah).Kalaupun bukan disembelih oleh muslim,peluang berikutnya adalah penyembelihan dilakukan oleh seorang ahli kitab (Yahudi dan Nasrani). Berdasarkan firman Allah:
”…Makanan (sembelihan) ahli kitab itu halal bagimu dan makananmu halal bagi mereka.” (QS. Al Maidah : 5)
Maka, sembelihan Ahli kitab halal dimakan selama cara penyembelihannya sesuai dengan cara yang dilakukan Islam dalam penyembelihan, tidak dengan menggunakan cara mencekik, memecahkan kepalanya atau disetrum dengan listrik. Di Korea, mayoritas penduduknya adalah tidak bertuhan (Atheis). Sehingga peluang terbesar penyembelihan hewan dilakukan oleh orang yang tidak beragama. Dan hal inilah menjadikan sembelihan (ayam, sapi, kambing, dll) itu berstatus haram.
Adapun perihal daging-daging yang berasal dari hewan-hewan yang halal untuk dimakan namun kemungkinan penyembelihannya menggunakan pisau yang juga dipakai untuk memotong babi atau anjing, kita tidak diperbolehkan memakan daging tersebut jika anda betul-betul mengetahui bahwa daging itu disembelih dengan pisau yang telah digunakan untuk memotong babi atau anjing, kecuali jika si penyembelih sebelum menyembelih daging dari hewan yang halal itu terlebih dahulu mencuci pisau tersebut dengan menggunakan air dan tidak disyaratkan tujuh kali pencucian dengan disertai tanah.
Banyak restoran/rumah makan di Korea yang menyajikan daging dari hewan-hewan yang halal namun sangat kecil kemungkinannya penyembelihannya dilakukan oleh seorang muslim ataupun ahli kitab, ditambah lagi peralatan yang digunakan hamper bisa dipastikan bekas kontak dengan daging babi. Hal inilah yang menjadikan status daging dari hewan-hewan halal tersebut menjadi haram untuk dimakan.
Kita harus bersungguh-sungguh untuk memberikan penilaian terhadap setiap daging sembelihan yang kita dapati dan tidak meremehkannya. Dan jika kita masih tetap ragu-ragu akan kehalalannya maka lebih baik anda tinggalkan dan anda beralih kepada yang anda yakini kehalalannya sebagaimana hadits Rasulullah saw, “Tinggalkanlah hal-hal yang anda ragukan dan beralihlah kepada hal-hal yang tidak anda ragukan.” (HR. Tirmidzi)
B.Makanan ringan
Di korea, sangat sulit mendapatkan makanan kecil dengan label halal. So, hal yang paling penting adalah kita mampu membaca aksara korea (Hangeul) karena di korea, semua data tentang kandungan makanan terdapat dalam label makanan. Ada beberapa petunjuk untuk mendapatkan makanan ringan yang halal diantaranya:
-Lecithin (레시틴)
Jika dalam label terdapat tulisan레시틴saja atau diberi keterangan 동물성유지 , maka status makanan tersebut adalah haram karena berasal dari hewan. Jika terdapat tulisan레시틴yang diikuti dengan keterangan seperti 레시틴 (대두), 쏘야 레시틴 ataupun 레시틴 (식물성유지) maka status makan tersebut adalah halal karena bersumber dari tumbuh-tumbuhan.
-Shortening(쇼트닝)
JIka dalam label terdapat tulisan 쇼트닝 saja atau diberi keterangan 동물성유지 , maka status makanan tersebut adalah haram karena berasal dari hewan. Jika terdapat tulisan쇼트닝 yang diikuti dengan keterangan seperti 쇼트닝(대두) ataupun쇼트닝(식물성유지) maka status makan tersebut adalah halal karena bersumber dari tumbuh-tumbuhan.
-Gelatin (젤라틴)
Coklat dikorea umumnya mengandung gelatin. Gelatin di korea bersumber dari bahan binatang/yang tidak halal. Jadi lebih baik dihindari.
-Daging babi (돼지고기)
Mungkin kita tidak bernah berfikir bahwa makanan kecil semacam keripik kentang mengandung daging babi (돼지고기). Tetapi pada kenyataannya, dikorea, hamper sebagian besar makanan ringan semacam kerupuk mengandung daging babi (돼지고기)seperti yang tercantum dalam label kemasannya. Jadi, periksalah kandungan makanan tersebut dalam kemasan.
C.Mi instan
Sebagai perantau, merupakan hal yang wajar jika seseorang berfikir bahwa mi instan adalah makanan yang paling praktis. Namun, untuk mi instan yang ada diKorea, hampir sebagian besar mi instant mengandung daging babi (돼지고기). Jadi, perlu diperhatikan ketika membeli mi instant karena hanya ada beberapa jenis mi instant yang tidak mengandung komponen dari daging babi (돼지고기).
Semoga tulisan ringan ini bisa bermanfaat bagi calon mahasiswa/umum yang akan berkunjung, belajar ataupun penelitian di Korea Selatan.
(Dari berbagai sumber)

Tempat Tinggal di Korea

bluehouse
Di mana pun kita berada, kita membutuhkan tempat untuk berteduh. Termasuk saat menempuh pendidikan di Korea selatan. Secara umum, sebagian besar riset institute UST menyediakan asrama (dormitory) untuk foreigner (single) tetapi tidak untuk mahasiswa yang membawa keluarganya. Ada beberapa pilihan untuk tempat berteduh selama menempuh pendidikan di Korea Selatan:
A.Dormitory (Asrama)
Dormitory merupakan tempat yang nyaman untuk tinggal bagi yang masih sendiri ataupun yang belum berniat membawa keluarga. Uang sewa perbulannya relative lebih murah berkisar sekitar 120,000 won (belum termasuk biaya listrik dan gas). Fasilitas yang hampir sempurna: tempat tidur, meja belajar, koneksi internet, kulkas, lemari, bahkan ada beberapa yang disediakan AC dan dapur umum. Di asrama, biasanya 1 kamar diisi 2 orang atau lebih (tergantung pada kebijakan masing-masing institusi), bahkan ada yang bisa diisi 4-6 mahasiswa.
Untuk dapat tinggal di dormitory, calon mahasiswa bisa mengontak advisor atau bagian penerimaan mahasiswa untuk menanyakan kemungkinan tinggal di asrama. Sebagai contoh di KIST, calon mahasiswa bisa mengontak staf IRDA untuk memastikan mendapatkan kamar di asrama. Staf IRDA tersebut akan mengurus kebagian General Affair untuk pengajuan tempat tinggal. Sehingga, pada saat calon mahasiswa datang, dia hanya tinggal menghubungi manajer asrama.
Ada riset institute yang memiliki kebijakan untuk masa tinggal di asrama dibatasi maksimal 2 tahun, tetapi ada juga yang tidak. Biasanya untuk foreigner, bisa mempepanjang masa tinggal dengan mengajukan perpanjangan masa tinggal yang ditandatangani oleh advisor mahasiswa tersebut.
Karena setiap kamar diisi lebih dari 1 orang, maka kemungkinan besar mahasiswa harus sekamar dengan mahasiswa dari negara lain. Sebagai masukan, mahasiswa hendaknya bisa menjaga kebersihan kamar dan lingkungannya.
B.Family Dorm
Selain asrama (single), ada juga kampus yang menyediakan asrama bagi yang membawa keluarga (Setahu saya, riset institute di UST belum ada yang menyediakan). Family dorm jauh lebih murah daripada tinggal diluar bersama keluarga karena biaya sewa rumah di Korea Selatan sangat mahal dan membutuhkan uang jaminan yang besar. Prosedur untuk mendapatkan family dorm sama seperti pengajuan asrama biasa dan fasilitasnya pun hampir sama, hanya saja berbeda biaya sewa per bulannya.
C.Gosiwon (Kamar Kost)
Selain asrama, mahasiswa yang tidak mendapatkan kamar di asrama atau pun masa tinggal di asrama sudah tidak dapat diperpanjang, bisa tinggal di gosiwon. Gosiwon ini mirip dengan kamar kost di Indonesia. Hanya saya, umumnya kamar gosiwon berukuran kecil (sempit).
Fasilitas yang ada di gosiwon: koneksi internet, televise, kulkas kecil, tempat tidur single, lemari baju kecil, dapur umum, kamar mandi dan toilet umum, mesin cuci umum. Ada beberapa gosiwon yang menyediakan nasi plus kimci setiap harinya. Tapi terkadang untuk mendapatkannya harus pandai mengatur waktu pengambilan nasi karena terkadang sudah habis diambil penghuni gosiwon lainnya.
Biaya sewa per bulannya relative lebih mahal daripada asrama di kampus, berkisar antara 150,000 – 200,000 won per bulan tanpa ada tambahan untuk biaya listrik dan gas ataupun uang jaminan. Perhitungan sewa gosiwon dilakukan per bulan.
D.Rumah Tinggal
Bagi yang membawa keluarga dan tidak disediakan family dorm, pilihan lain untuk berteduh adalah dengan menyewa rumah tinggal. Ini adalah rumah petak biasa yang umumnya memiliki kamar tidur dan dapur.
Untuk bisa mendapatkan rumah tinggal ini, kita tidak bisa langsung mencari seperti di Indonesia. Kita harus menghubungi agen penyewaan rumah (Budongsan). Budongsan ini akan membantu kita mencari dan menghubungi pemilik rumah yang akan kita tempati.
Untuk menyewa rumah tinggal, kita harus menyiapkan uang jaminan/deposit (Bojinggem) yang pada akhir masa kontrak akan dikembalikan. Besarnya deposit bervariasi dari 1 juta won hiongga pilihan juta won. Biaya sewa rumah pun bervariasi tergantung pad kondisi rumah mulai dari 150,000 hingga ada yang mencapai 800,000 bahkan lebih. Biaya ini tidak termasuk biaya listrik, gas, dan air. Biaya gas akan membengkak pada saat musim dingin karena system pemanas (ondol) menggunakan gas.
Model rumah tinggal di Korea selatan adalah rumah bertingkat dimulai dari basement terkadang hingga lantai 4 atau 5. Jika memiliki dana yang cukup, disarankan menempati rumah minimal lantai 1 dan maksimal lantai 3. Karena untuk basement atau lantai paling tinggi, akan memiliki masalah pada saat musim dingin atau musim panas.
Fungsi budongsan di Korea Selatan adalah sebagai perantara dan jaminan hukum jika nantinya terjadi permasalahan dengan kontrak rumah tersebut. Ketika kita sudah deal dengan kontrak rumah, kita juga harus membayar biaya perantara (budongsan fee) yang besarnya tergantung pada ukuran rumah yang kita sewa.
Umumnya rumah tinggal di Korea Selatan adalah rumah kosong, sehingga kita perlu menyiapkan furniture atau peralatan rumah tangga sendiri. So, perlu dipersiapkan matang-matang mengenai biaya pembelian peralatan tersebut. Untuk koneksi internet dan televisi, kita perlu mengontak provider internet sendiri. Biaya koneksi internet dan/atau televisi juga berkisar antara 20,000 won hingga 40,000 won.
Bagi yang sudah berkeluarga, ketika akan membawa keluarga, harap dipertimbangkan permasalahan keuangan. Disarankan untuk tinggal sendiri terlebih dahulu di asrama baru setelah beberapa bulan, mengundang keluarga untuk tinggal bersama di Korea Selatan. Tujuannya adalah: kita bisa settle dengan kehidupan di Korea Selatan terlebih dahulu, bisa menabung untuk biaya deposit dan lain-lain untuk keperluan sewa rumah yang membutuhkan biaya tinggi.
Untuk lebih detil mengenai tempat tinggal di masing-masing riset institute UST, calon mahasiswa bisa mengontak mahasiswa Indonesia yang sudah ada di riset institute dan sekitarnya.

Asuransi Kesehatan di Korea Selatan

health

Seperti asuransi yang kita kenal di Indonesia, di Korea Selatan juga memiliki dua jenis asuransi kesehatan: asuransi kesehatan dari pemerintah dan swasta. Asuransi swasta seperti Samsung Fire, AIG atau Chubb untuk international student, umumnya asuransi ini hanya meng-cover kondisi-kondisi ketika kita sakit dan biasanya tidak meng-cover pregnancy-related treatments. Untuk asuransi swasta, biasanya premi asuransi dihitung per orang. Berbeda dengan asuransi kesehatan pemerintah yang tidak terlalu besar meng-cover biaya saat kita sakit tapi meng-cover pregnancy-related treatment. Premi asuransi kesehatan pemerintah ini cukup atas nama kepala keluarga saja. So, bagi pelajar/mahasiswa yang ingin membawa keluarga, lebih baik menggunakan asuransi pemerintah dibanding asuransi swasta.

 

Asuransi kesehatan milik pemerintah Korea selatan diurus oleh badan bernama NHIC. Badan ini yang mengurusi asuransi kesehatan warga negara Korea selatan. Semua yang mempunyai kartu tanda pengikut asuransi ini, cukup menunjukkan kartu pada saat berobat di manapun dan akan mendapat diskon 70% dari biaya pengobatan jenis apapun sebesar apapun.

 

Sebagaimana asuransi pada umumnya, warga negara asing termasuk pelajar/mahasiswa wajib membayar premi bulanan untuk mengikuti asuransi ini. Keringanan bagi pelajar (pemegang visa D-2) adalah mendapat diskon 50% untuk premi bulanan ini dibanding pemegang visa lainnya. Besarnya (setelah diskon) sekitar 30-35 ribu won per bulan. Pada awal tahun 200an, premi ini dibayar mulai bulan pertama tinggal di Korea, sesuai tanggal yang tercatat di Alien Registration Card. Jika ada warga negara asing yang baru mengikuti asuransi ini setelah tinggal 1 tahun di Korea (misalnya), maka biaya premi selama 1 tahun pertama tinggal di Korea juga harus dibayarkar (dirapel) pada saat pendaftaran. Namun, aturan tersebut telah diubah. Pembayaran premi asuransi akan dihitung sejak 3 bulan setelah kedatangan terakhir kita di Korea. Misalnya si A mulai kuliah di korea Februari 2008. Kemudian dia liburan ke Indonesia dan kembali ke Korea pada Februari 2009. Maka premi asuransi akan dimulai sejak bulan Mei 2009, bukan februari 2008.

 

Bagaimana cara mengikuti asuransi kesehatan pemerintah?

 

Cara untuk mengikuti asuransi ini cukup mudah. Kita (keluarga) hanya diminta melampirkan dokumen-dokumen:

  1. Copy aliencard
  2. Copy passport yang menunjukan tanggal kedatangan terakhir
  3. Copy dokumen mahasiswa
  4. Copy buku nikah (untuk menunjukan hubungan istri)
  5. Copy Akte kelahiran (untuk anak)

Dengan mengajukan dokumen-dokumen tersebut, asuransi akan diproses dan selesai saat itu juga. Mungkin kita sering mengalami kendala bahasa. Kita tidak bisa bahasa Korea dan petugas asuransi umumnya tidak bisa bahasa inggris. Hal itu tidak masalah, karena petugas asuransi akan menelpon customer service (English) sehingga kita akan terbantu.

 

Perlu diingat, alamat satu keluarga harus sama. Jika alamat antara suami dan istri berbeda, maka masing-masing akan dikenakan premi sendiri sehingga kita perlu bayar doble.

 

Apa manfaat asuransi kesehatan pemerintah tersebut?

 

Asuransi kesehatan pemerintah tidak menggunakan system reimburse (Kita bayar dulu biaya rumah sakit kemudian mengajukan klaim untuk mendapatkan ganti rugi). Setahu saya, asuransi pemerintah menggunakan system potongan harga/diskon sesuai dengan jangka waktu keikutsertaan. Semakin lama kita mengikuti asuransi, maka potongan biaya medis juga akan semakin besar. Bagi warga Negara asing yang hamil, akan mendapat subsidi dari pemerintah untuk biaya pemeriksaan kandungan semasa hamil. Pada tahun 2008, subsidi itu mencapai 200,000 won. Namun pada 2010, subsidi itu dinaikan menjadi 300,000 won.

 

Selain itu, untuk anak warga negara asing (baik lahir di Korea atau pun tidak), selama orang tuanya mengikuti asuransi, akan mendapatkan fasilitas general check-up hingga usia 5 tahun pada rumah sakit-rumah sakit yang ditunjuk. Bagi orang tua juga akan mendapat fasilitas pemeriksaan kesehatan setiap 2 tahun sekali disesuaikan dengan tahun lahir. Jika lahir pada tahun ganjil, akan mendapat kesempatan pemeriksaan kesehatan pada tahun ganjil juga.