General

Apa tolok ukur suatu publikasi internasional?

Bagi orang awam, memiliki publikasi internasional merupakan kebanggaan. Terkadang sebagian orang hanya berfikir jika memiliki publikasi intenasional berarti kita sudah diakui secara internasional. That’s right. Tapi tidak sepenuhnya benar dengan adanya publikasi internasional tersebut kualitas kita benar-benar mampu bersaing dengan berbagai ilmuwan kelas dunia.

Setiap jurnal internasional memiliki tim editor yang akan me-review paper/publikasi. Tim editor itu mempertimbangkan layak tidaknya suatu publikasi dibantu beberapa orang reviewer yang memang expert pada bidang yang akan dipublikasi. Dari sinilah kenapa jurnal internasional memiliki kualitas yang diakui seluruh dunia.

Lalu, bagaimana kita mengetahui tolok ukur atau kualitas dari publikasi internasional itu sendiri? Tolok ukur yang umumnya digunakan untuk mengetahui kualitas publikasi adalah impact factor (IF).

“The impact factor, often abbreviated IF, is a measure reflecting the average number of citations to articles published in science and social science journals. It is frequently used as a proxy for the relative importance of a journal within its field, with journals with higher impact factors deemed to be more important than those with lower ones.”

Impact factor (IF) merupakan ukuran yang mencerminkan jumlah rata-rata kutipan untuk sebuah artikel yang dipublikasikan dalam jurnal sains dan ilmu sosial. Hal ini sering digunakan sebagai representasi dari suatu ukuran pentingnya suatu jurnal dalam bidangnya masing – masing, dimana jurnal dengan impact factor tinggi dianggap lebih penting daripada jurnal dengan impact factor rendah.

Semakin tinggi impact factor suatu jurnal, artinya semakin banyak peneliti yang mengacu pada publikasi-publikasi pada jurnal tersebut. Semakin banyak peneliti yang mengacu pada suatu jurnal, akan semakin meningkatkan nilai impact factor karena menunjukan semakin layak menjadi acuan. Namun, impact factor tidak bisa dibandingkan antar bidang. Karena masing-masing bidang tidak sama. Namun, banyak peneliti-peneliti yang hanya berpatokan pada kuantitas publikasi tanpa melihat kualitas. Kuantitas publikas memang penting, tapi yang lebih penting adalah kualitas dari publikasi. Semakin tinggi impact factor dari jurnal tempat publikasi kita, artinya dunia mengakui kapasitas kita dalam penelitian.

So, buat yang ingin jadi peneliti, mari kita explore ide-ide orisinil dan bermanfaat untuk aplikasi di berbagai bidang sehingga memudahkan kita untuk publikasi pada jurnal-jurnal dengan impact factor yang bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published.